Movement Of The Younger Generation
Revolusi Iklim Berdampak Pada Masyarakat Global
Perubahan iklim global merupakan bencana berjalan yang akan datang secara spontan. Kita telah mengetahui sebabnya, yaitu manusia yang terus-menerus menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti minyak bumi dan gas bumi yang menyebabkan polusi di sekitar kita. Beberapa orang sudah mengetahui sebagian dari akibat pemanasan global ini, yaitu mencairnya tudung es di kutub, meningkatnya suhu lautan, kekeringan yang berkepanjangan, penyebaran wabah penyakit berbahaya, banjir besar-besaran, coral bleaching dan tsunami. Apakah kita sudah tahu siapa yang akan terkena dampak paling besarnya?. Perubahan iklim adalah masalah global. Maka dari itu penyelesaiannya harus dilakukan secara global juga. Sangat diperlukan partisipasi semua negara didunia, terutama negara yang menghasilkan emisi tinggi. Kepentingan nasional sering kali mengakibatkan kepentingan bersama secara global tidak terlaksana. Kebanyakan negara besar lebih mengenyampingkan permasalahan iklim dibanding permasalahan politik negara pada umumnya, hal ini membiarkan kenaikan tingkat bencana iklim dan berdampak buruk bagi masyarakat. Apalagi negara berkembang, mengurus negaranya saja harus bertahap dengan konsisten dan relevan lalu bagaimana harus berhadapan dengan bencana iklim, seperti negara pesisir pantai, negara kepulauan, dan daratan Asia tenggara. Apa kabar dengan negara berkembang tersebut? Apakah negara besar sudah menyikapi hal ini? Sudah terlihat jelas bukan.
Hakekatnya kita adalah
makhluk bumi. Sudah bertahun-tahun kita hidup dengan mengeluarkan
karbondioksida ke atmosfir dengan menggunakan bahan bakar yang berasal dari
fosil seperti batu bara, gas bumi dan minyak bumi. Hal ini menyebabkan
meningkatnya kelambu alami dunia menuju ke arah meningkatnya suhu iklim global.
Dan pergantian iklim yang tidak dapat diprediksi juga mematikan. Dampak pada
iklim global belakangan ini sudah semakin nyata, dapat kita ketahui dengan
meningkatnya suhu udara, naiknya permukaan air laut dan pergantian pola musim
hujan dan kemarau yang tak menentu.
Perubahan fenomena alam
yang ekstrim ini menambah kompleksitas permasalahan ketahanan pangan global.
Implikasi dari permasalahan ini adalah variasi perubahan pasokan dan harga
pangan dunia yang semakin besar dan sulit diprediksi. Kita dapat meyakinkan hal
itu dengan adanya kenyataan perilaku negara-negara pemasok bahan pangan global
yang cenderung melakukan pengurangan ekspor pangannya manakala negara tersebut
mengalami dampak negatif dari perubahan iklim global di negara masing-masing.
Begitupun juga dengan pemerintah yang telah memposisikan perubahan iklim global
yang ekstrim sebagai suatu ancaman terhadap pembangunan pertanian dan ketahanan
pangan nasional. Dalam rangka mengantisipasi dampak negatif perubahan iklim
global, pemerintah telah menyusun strategi untuk mengatasi persoalan dan
ancaman perubahan iklim, baik mitigasi maupun adaptasi yang telah ditetapkan
melalui inpres No 5 tahun 2011 tentang pengamanan produksi beras nasional yang
berhadapang dengan kondisi iklim ekstrim.
Dalam menyikapi hal ini, intervensi kebijakan
pada pendanaan, teknologi, kelembagaan
dan sosial ekonomi menjadi sangat penting. Pemerintah telah mengidentifikasi
dampak negatif perubahan ekstrim iklim global di antaranya adalah :
(1) terjadinya degradasi sumber daya lahan dan
air
(2) terjadinya kerusakan pada infrastruktur
pertanian/irigasi
(3) timbulnya bencana banjir dan kekeringan
(4) meningkatnya serangan hama dan penyakit
tanaman
(5) memperburuk keadaan lingkungan masyarakat
Dampak
perubahan iklim global tersebut berpotensi mengancam penurunan produktivitas,
produksi, mutu hasil pertanian, serta menurunnya efisiensi dan efektifitas
distribusi pangan, yang berujung kepada rentannya ketahanan pangan di suatu
wilayah dan pada akhirnya berdampak
negatif terhadap kehidupan sosial ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
Untuk mengantisipasi dampak iklim tersebut,
kebijakan pembangunan ketahanan pangan diarahkan untuk meningkatkan produksi
pertanian secara berkelanjutan mengembangkan perekonomian
pedesaan, stabilitas harga pangan, meningkatkan kemampuan daerah dalam
pelaksaan jaring pengaman sosial, mengembangkan kemampuan early warning system,
dan untuk pengembangan jaringan kerjasama regional/internasional. Bila
teknologi yang mampu menghasilkan produksi tinggi dapat ditemukan dan
direplikasi dengan baik di lapangan dengan memperhatikan perubahan iklim maka
ketersediaan produksi pangan akan menjadi aman. Perubahan iklim yang dapat
menyebabkan penurunan baku lahan menjadi sangat perlu diantisipasi. Dan mulai
dilajukan beberapa kebijakan mengenai hal ini, seperti membangun sistem inovasi
dan replikasi (adopsi) teknologi yang tepat dan efisien untuk meningkatkan
produktivitas dan mutu yang lebih baik, membangun kepastian kebutuhan lahan
bagi terciptanya swasembada, dan menciptakan partisipasi aktif petani dalam
menangani dampak perubahan iklim.
Melihat begitu luasnya
berbagai dampak dari perubahan iklim yang akan terjadi di indonesia, seluruh
kalangan di negeri ini harus segera memulai upaya untuk megatasinya. Dan kita
harus segera mulai mensosialisasikan pada masyrakata luas berbagai hal yang
terkait dengan isu perubahan iklim, baik mengenai dampaknya maupun upaya-upaya
apa yang dapat dilakukan untuk menahan laju perubahan iklim di negeri ini.
Keterlibatan pemuda dinilai penting untuk dilakukan. Pertama, para pemuda akan
melanjutkan tongkat estafet agenda penanganan masalah perubahan iklim global.
Keterlibatan para pemuda dalam agenda perubahan iklim akan membuat para pemuda
memahami permasalahan perubahan iklim sedini mungkin dan diharapkan dapat
memberikan solusi dalam meminimalisir dampak buruk perubahan iklim.
Mengenai kontribusi yang akan
saya lakukan untuk antisipasi masalah perubahan iklim ini sangat sederhana.
Tetapi saya sendiri, di lingkungan daerah saya bahkan di dalam kehidupan saya sendiri,
saya sudah menerapkannya. Pertama, menerapkan gaya hidup cinta akan lingkungan
(green lifestyle), seperti pergi menggunakan transportasi yang rama lingkungan
yaitu dengan sepeda atau berangkat sekolah dengan berjalan kaki. Disamping
ramah lingkungan, itu juga merupakan satu awal paling mutakhir yang bisa kita
lakukan tanpa memerlukan modal yang besar. Kemudian yang kedua adalah menghemat
pemakaian listrik. Jadi, saya dan keluarga saya sudah terbiasa untuk
menggunakan pemakaian listrik hanya satu hal-hal yang penting saja. Sebab kita
semua tahu, pasokan listrik di indonesia sering sekali mengalami naik-turun,
maka dari itu tidak ada salahnya kita sendiri yang sebagai rakyat untuk
membantu pemerintah dalam hal tersebut. Yang ketiga adalah membuat sebuah
komunitas cinta linkungan , kerja sama dari teman – teman volunteer
pemuda-pemudi . Membuat sebuah komunitas cinta lingkungan dengan memanfaatkan
barang barang bekas pakai untuk kemudian dijadikan sebagai kerajinan tangan
yang dapat dijual.
Bagi saya, perubahan itu
tidak perlu langsung kepada kontribusi besar-besaran atau bahkan yang terlalu
glory, sebab sebuah kontribusi yang benar-benar sukses selalu dimulai dari
langkah yang paling kecil. Mengapa harus kita? Mengapa harus generasi muda?
Karena kaum muda memiliki potensi pengetahuan, pengalaman, jaringan yang luas
ditambah dengan ide cemerlang, energi dan antusiasme yang tinggi dapat menjadi
agen perubahan mengurangi dampak perubahan iklim. Generasi muda berhak untuk menentukan masa depan yang lebih
baik di tangan mereka sendiri. Kaum muda mampu berkontribusi untuk indonesia
yang lebih baik. Besar harapan saya, kontribusi yang telah saya tanamkan dan
aspirasi yang telah saya sampaikan dapat berkembang sehingga muncul inovasi –
inovasi yang lebih baik lagi kedepannya.

Komentar
Posting Komentar